Religi @ 01 May 2007 02:52 pm by isnan
Tak terasa di umur yang menjelang 42 saya dan istri diberi kesempatan untuk menunaikan umrah dan haji. Pengalaman yang sulit dilupakan. Mekkah dan Madinah adalah tempat yang musti kembali kita di suatu saat.
Rombongan Haji kami…..adalah Pak Asep Purnama Bahtiar (Dosen UMY) + Istri, Pak Jazary Jalal (Wirausaha) + Istri, Bu Ning Suwartini (Ibu Rumah Tangga), Bu Lu’luul Muniroh (Wirausaha), Pak Sumarsono (Guru SMA 1 Sewon), Pak Widodo (Pengusaha Percetakan)
Tanggal 8 Desember pagi selepas subuh kami berangkat meninggalkan rumah berjalan kaki ke balai kota Timoho setelah dilepas oleh Muspida Kota Jogjakarta jam 7.00 menuju Asrama Haji Donohudan.
Ada beberapa acara seremonial yang berlangsung pelepasan olh kontingen DIY kepada panitia di asrama haji, yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan akhir. Sholat jum’at kita laksanakan di Masjid Asrama Haji Donohudan.
Setelah menginap semalam pagi hari jam 3 dibangunkan untuk menuju bandara Adisumarmo Solo, sebagian sholat di kendaraan (bis) saya sendiri batal dan sholat di pesawat. Cukup besar juga pesawatnya Airbus.
Kami take off jam 6.00 pagi hari Sabtu tanggal 09 Desember 2006, transit di Batam dan langsung menuju Jeddah. Tiba di Jeddah jam 17.00 waktu setempat. Dan langsung menuju Madinah, tiba di Madinah jam 03.00 yang langsung kami sholat di masjid Nabawi.
Coba lihat betapa teduhnya Masjid Nabawi


Betapa hangatnya Haram



Dan saksikanlan inilah Jabal Umar

Dan ini peternakan onta di pinggir Haram yang dikelola oleh orang Sudan


Ka’bah tempat kita thawaf sebelum dibersihkan setiap tanggal 9 Dzulhijjah, nampak singkapan kain putih disekelilingnya

Dan ini Mina, kami bertarwiyah disini maktab 48, namapak masih sepi jamaah Haji Indonesia jarang yang melakukan tarwiyah, dari kloter 28 SOC tidak lebih sekitar 110 rang yang melakukan tarwiyah


Inilah Arafah, tempat kami berdoa sepanjang luhur hingga maghrib, banyak doa yang kusampaikan, termasuk doa teman-teman yang nitip, semoga Allah kabulkan



dan ini Mudzalifah, suatu padang yng terbentang dengan angin gurun yang dingin menusuk, disini kami bermalam sampai subuh….

Dan ini perjalanan Jamarat, menuju tempat melempar jumrah, ada terowongan moaesien yang sempat menimbulkan tragedi yang menelan banyak korban, sekarang sudah dibuat dua jalur, sehingga Insya Allah tidak terjadi lagi tabrakan.



Kami kembali lagi ke Ka’bah (setelah dibersihkan pada tanggal 9 Dzulhijjah 1427 H, bertepatan dengan 29 Desember 2007, sudah tidak nampak selendang putih yang mengelilingi) satu gambar diambil malam hari dan gambar lainnya diambil siang hari, untuk melakukan thawaf Haji atau thawaf ifadah. Hampir seluruh jamaah haji tumplek di pelataran Ka’bah untuk melakukan thawaf Haji.
